Minggu, September 06, 2026

DLSS 5 Bikin Game Tomb Raider Terlihat Lebih Realistis, Apa yang Berubah?

 

DLSS 5 Bikin Game Tomb Raider Terlihat Lebih Realistis, Apa yang Berubah?

Teknologi AI semakin berkembang di dunia gaming. Salah satu yang sedang menjadi perhatian adalah NVIDIA DLSS 5, teknologi neural rendering terbaru yang dirancang untuk membuat pencahayaan, material, dan tampilan visual game terlihat semakin realistis.

Pada gambar yang dibagikan akun biel.gameplays2, terlihat adegan dari Tomb Raider GOTY Edition dengan tulisan “DLSS 5 OFF”. Tampilan tersebut menarik perhatian karena memperlihatkan bagaimana game lama seperti Tomb Raider dapat menjadi bahan eksperimen untuk teknologi grafis generasi terbaru.

Apa Itu DLSS 5?

DLSS 5 merupakan teknologi NVIDIA yang menggunakan model AI untuk menghasilkan tampilan visual yang lebih realistis secara real-time. Berbeda dari DLSS generasi sebelumnya yang terutama berfokus pada rekonstruksi gambar, DLSS 5 memperkenalkan 3D-Guided Neural Rendering sebagai tahap tambahan dalam pipeline rendering.

NVIDIA menjelaskan bahwa teknologi tersebut dapat memproses informasi seperti warna frame, motion vector, serta data dari engine untuk menghasilkan pencahayaan dan material yang lebih menyerupai tampilan dunia nyata. (NVIDIA)

Kenapa Tomb Raider Bisa Terlihat Berbeda?

Tomb Raider merupakan game yang sudah berusia cukup lama dibandingkan game AAA modern. Karena itu, penerapan teknologi neural rendering pada game tersebut dapat memberikan perbedaan visual yang cukup menarik.

Modder bahkan telah melakukan eksperimen menggunakan DLSS 5 pada berbagai game lama, termasuk seri Tomb Raider. Pada Rise of the Tomb Raider, misalnya, terdapat eksperimen DLSS 5 berbasis ReShade dan file tambahan yang memungkinkan teknologi tersebut digunakan secara tidak resmi. (Nexus Mods)

Jadi, tulisan “DLSS 5 OFF” pada gambar tidak berarti Tomb Raider GOTY Edition secara resmi mendapatkan dukungan DLSS 5 dari pengembangnya. Kemungkinan besar gambar tersebut merupakan bagian dari perbandingan hasil mod atau eksperimen komunitas.

DLSS 5 Bukan Sekadar Upscaling

Hal yang membuat DLSS 5 berbeda adalah pendekatannya terhadap tampilan visual.

DLSS generasi sebelumnya seperti Super Resolution menggunakan AI untuk membantu menghasilkan gambar beresolusi lebih tinggi dari input yang lebih rendah. DLSS 5 justru menambahkan tahap neural rendering yang dapat memengaruhi tampilan pencahayaan dan material pada hasil akhir. (NVIDIA)

NVIDIA menyebut teknologi ini dapat membantu menghasilkan efek seperti pencahayaan yang lebih realistis, respons material yang lebih alami, serta efek visual kompleks yang sulit dicapai hanya dengan rendering tradisional. (NVIDIA)

Apakah DLSS 5 Sudah Bisa Dipakai di Semua Game?

Belum.

Saat ini DLSS 5 masih merupakan teknologi yang relatif baru. NVIDIA secara resmi memperkenalkannya dengan NBA 2K27 sebagai game pertama yang menggunakan DLSS 5 secara resmi pada saat peluncurannya. Dukungan resmi untuk game lain kemudian akan bergantung pada pengembang dan integrasi teknologi tersebut ke dalam game mereka. (NVIDIA)

Sementara itu, komunitas modding telah mencoba membawa teknologi tersebut ke berbagai game lama. Eksperimen semacam inilah yang membuat game seperti Tomb Raider ikut muncul dalam berbagai perbandingan DLSS 5 di internet. (DSOGaming)

Tampilan Lebih Realistis, Tetapi Ada Konsekuensinya

Peningkatan visual tentu menjadi daya tarik utama. Pencahayaan yang lebih hidup, material yang lebih detail, serta tampilan karakter yang lebih realistis dapat membuat game lama terasa lebih modern.

Namun, semakin berat proses AI yang digunakan, semakin besar pula kebutuhan komputasi. Selain itu, hasil DLSS 5 tidak selalu dianggap lebih baik oleh semua pemain.

Beberapa pengujian komunitas menunjukkan bahwa pengaturan DLSS 5 yang terlalu kuat dapat mengubah tampilan karakter, pencahayaan, warna, dan detail tertentu secara cukup drastis. Karena itu, hasil terbaik sangat bergantung pada bagaimana teknologi tersebut dikonfigurasi. (The Verge)

Tomb Raider Lama Bisa Terasa Seperti Game Baru?

Inilah bagian yang paling menarik.

Teknologi seperti DLSS 5 menunjukkan bahwa game lama tidak selalu harus dibuat ulang dari awal untuk mendapatkan peningkatan visual. Dengan bantuan AI dan modifikasi komunitas, game yang sudah berusia bertahun-tahun dapat diberikan tampilan yang jauh lebih modern.

Namun, DLSS 5 tetap bukan pengganti remake. Geometri, tekstur, animasi, desain karakter, dan aset asli game tetap berasal dari game tersebut. Neural rendering lebih tepat dipandang sebagai teknologi yang memberikan lapisan visual tambahan pada proses rendering.

Kesimpulan

Gambar Tomb Raider GOTY Edition dengan tulisan “DLSS 5 OFF” menunjukkan salah satu eksperimen menarik dari perkembangan teknologi grafis berbasis AI.

DLSS 5 membawa pendekatan baru dengan memanfaatkan neural rendering untuk meningkatkan pencahayaan dan material secara real-time. Walaupun Tomb Raider bukan contoh dukungan DLSS 5 resmi dari NVIDIA, komunitas modding telah bereksperimen membawa teknologi tersebut ke game-game lama, termasuk seri Tomb Raider. (NVIDIA)

Perkembangan ini menunjukkan bahwa masa depan grafis game tidak hanya bergantung pada peningkatan kekuatan GPU, tetapi juga pada kemampuan AI dalam membantu proses rendering.

Bagi gamer PC, pertanyaannya sekarang bukan lagi sekadar “seberapa kuat GPU saya?”, tetapi juga “seberapa jauh AI bisa mengubah tampilan game yang sudah kita kenal?”


Subscribe ke channel ini